Month: November 2022

Manoj Punjabi: Kami Butuh Orang Bertalenta di Industri Hiburan!

CEO dan Founder MD Entertainment Manoj Punjabi mengungkap butuh orang-orang bertalenta, khususnya untuk memenuhi berbagai kriteria di industri hiburan atau entertainment. Sebab, industri ini memiliki potensi pengembangan yang besar ke depannya.

“Kami ini di dunia entertainment ini punya potensi besar dan sedang kekurangan SDM, maka kami butuh talented people,” kata dia di IdeaFest 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (27/11).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Manoj mengungkap kalau MD Entertainment, salah satu bagian dari ekosistem di EMTEK punya peran besar di industri hiburan. Baginya, MD memiliki peran dalam menjadi trendsetter serta mendorong berbagai inovasi yang ada.

Terkait talenta, Manoj menginginkan orang-orang yang bisa keluar dari zona nyaman. Baginya, itu jadi modal penting untuk bisa mengembangkan kemampuan diri untuk menjadi lebih berkualitas.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Siapapun posisi kita, tidak boleh di comfort zone, jangan di comfort zone dan harus siap dengan perubahan,” tegasnya.

Manoj mengunkapkan, keluar dari zona nyaman jadi pembeda di MD Entertainment. Formula ini yang terus dipegangnya hingga saat ini. “Kalau saya punya formula simple, saya mau menang bukan dari production house lain, saya mau menang dari diri saya sendiri, saya lawan saya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

“Kita tidak mau di comfort zone, tim gak boleh duduk di kursi kenyamanan begini, kalau udah keenakan itu namanya downfall,” sambung Manoj Punjabi.

Kurangi Emisi Karbon, PLTU Jawa 9 dan 10 Dikaji Pakai Bahan Bakar Amonia Hijau!

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi pembangkit yang akan diuji coba memakai teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dan penggunaan energi primer green amonia. Ini menjadi salah satu opsi untuk menurunkan emisi karbon pada PLTU.

Teknologi yang punya potensi untuk digunakan pada sejumlah PLTU ini, merupakan bagian dari upaya untuk dekarbonisasi yang ditimbulkan dari pembakaran batu bara.

Hal ini seiring kesepakatan PT Prima Layanan Nasional Enjiniring dengan PT Indo Raya Tenaga (IRT) menjalin MOU ‘Join Study co-firing of 60% Green Amonia at SCR-equipped USC Power Plant of Jawa 9&10’. Penandatanganan kesepakatan ini di lakukan di sela-sela rangkaian B20 di Nusa Dua Bali, Senin (14/11).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Direktur Coorporate Planing & Business Development PLN, Hartarto Wibowo menuturkan, kerja sama antara PLN Enjiniring, anak usaha PLN dengan IRT sebagai pengambang PLTU Jawa 9&10 ini ditujukan untuk kemungkinan penggunaan energi primer green amonia sebagai bahan bakar PLTU sebanyak 60 persen karena Jawa 9&10 sudah dilengkapi teknologi SCR.

“Kami harap studinya menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dan ini akan menjadi cara kita agar coal power plant pun akan lebih ramah lingkungan,” jelas dia.

Menurutnya, feasibility study yang dijalankan bisa rampung dalam waktu tiga bulan ke depan. Setelah itu hasilnya bisa dipresentasikan ke Drektorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM). “Ini semua untuk hidup yang lebih renewable,” serunya.

Direktur Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana mengatakan, sejauh ini sudah ada upaya keras baik dari pemerintah maupun PLN dalam melakukan dekarbonisasi untuk PLTU. Apa yang dilakukan pengelola PLTU Jawa 9&10 dengan teknologi SCR yang menggunakan ‘green ammonia’ menjadi satu opsi yang dikaji serius. Dia berharap kajian ini juga tidak lama dilakukan.

“Tak ada yang salah dengan batubara, karena sebagai produk ia bermanfaat. Hal yang kita hindari adalah batubara itu kan ujungnya ada C02. Karena itu kita harus cari cara bagaimana agar emisinya bisa berkurang atau terserap,” ujarnya.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Jalan yang paling praktis mungkin bisa dilakukan dengan mengganti PLTU batu bara. “Tapi kan ada aset dan segala nilai keekonomian. Makanya kita berfikir jalan dekarbonisasi. Kalau (MoU) ini mengarah ke hidrogen dan amona, saya pikir ini jalan yang smart,” tuturnya.

Dadan menegaskan, saat ini pemerintah tengah aktif mendorong berbagai upaya dan kajian untuk menjalankan kebijakan nol emisi karbon atau Net Zero Emissions (NZE). “Seluruh alternatif kita jalani, arahnya bagaimana caranya kita meredam CO2. Ujungnya tidak ada CO2 yang keluar,” kata Dadan.

Program Transisi Energi

Sekadar informasi, Indonesia memang tengah gencar mempromosikan transisi energi terbarukan. Apabila pengelolaan dan keberlangsungan sumbernya tersedia, maka amoia biru dan hijau dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan menuju transisi energi terbarukan, sebagai sumber energi bersih alternatif bagi pembangkit tenaga uap batu bara.

Pembakaran ammonia di dalam tungku uap, tidak akan menghasilkan emisi karbon, namun pembakaran tersebut tetap mengeluarkan emisi gas rumah kaca berupa nitrogen oksida.

Sebagai jawabannya, Selective Catalytic Reduction (SCR) adalah teknologi yang sudah terbukti untuk menurunkan nitrogen oksida dan nitrogen dioksid, dengan mengkonversikan molekulnya menjadi air dan nitrogen bebas.

Dengan menggunakan CSR pada PLTU, bersamaan dengan low Nox burner akan secara signifikan menurunkan kadar nitrogen oksida dan nitrogen dioksida. Oleh karena itu akan membuka kemungkinan co-firing jauh lebih banyak amonia hijau dibandingkan batu bara di dalam pembangkit tenaga uap batu bara.

Alat Kontrol Emisi Karbon

Untuk diketahui, PLTU Jawa 9 & 10 adalah pembangkit Ultra Super Critical peraih penghargaan sebagai satu-satunya pembangkit di Indonesia. PLTU ini memasang peralatan pengontrol emisi terlengkap dengan adanya Flue Gas Desulfurization, Electro-Static Precipitator, Low NOx burner dan Selective Catalytic Reduction.

“Mengapa kami mau pakai SCR, karena kami mau berbeda dengan yang lain. Jadi PLTU yang menggunakan teknologi Ultra Super-Critical USC dan juga SCR ya, Cuma satu yakni PLTU Jawa 9 dan 10,” kata Presiden Direktur PT Indo Raya Tenaga Peter Wijaya di kesempatan sama.

Dengan studi bersama ini, IRT, kata Peter Jawa 9 &10 nantinya akan siap untuk co-firing amonia hijau yang signifikan pada saat dan jika arahan PLN tentang sumber bahan bakar alterrnatif tersebut tersedia di masa mendatang. “Target kami kami adalah siap, jadi apabila PLN ingin menetransisikan energi batubara ke green amoni, PLTU ini sudah siap,” imbuhnya.

Sebagai pembangkit satu-satunya di Indonesia yang sedang dilengkapi dengan Selective Catalytic Reduction, Jawa 9 & 10 melakukan studi bersama dengan PLNE dalam rangka kemugkinan co-firing 6 persen amonia hijau dengan 40 persen batu bara.

PLTU Jawa 9 & 10 sendiri didanai dengan skema project finance sejak November 2020 dan disponsori 5

Kenang Bambang Subianto, Sri Mulyani: Sosok Meletakkan Fondasi Reformasi Ekonomi!

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengenang almarhum Bambang Subianto sebagai figur yang meletakkan fondasi reformasi ekonomi dan keuangan Indonesia.

“Meski relatif singkat dalam menjabat sebagai Menteri Keuangan, Pak Bambang adalah sosok yang berjasa meletakkan fondasi reformasi ekonomi dan keuangan Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam akun instagram resmi yang dipantau di Jakarta, Sabtu (5/11).

Dia menilai sosok yang baru berpulang pada usia 77 tahun tersebut adalah figur yang juga memiliki integritas tinggi dan komitmen serta dedikasi dan ketekunan luar biasa untuk menangani persoalan bangsa yang sangat sulit, rumit dan menantang.

“Di tengah gejolak krisis moneter tahun 1998, beliau dilantik menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden BJ Habibie untuk menangani krisis perbankan yang meluas menjadi krisis ekonomi, sosial dan politik,” katanya.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dia pun mengenang almarhum sebagai figur yang mampu mengambil keputusan penting untuk penanganan krisis serta memberikan kesempatan berdiskusi kepada dosen muda, seperti dirinya waktu itu, mengenai kebijakan ekonomi krusial di era krisis keuangan 1998.

“Pak Bambang sering mengundang saya untuk diskusi mengenai situasi krisis ekonomi dan keuangan yang begitu kompleks dan pilihan-pilihan kebijakan yang rumit, namun harus tetap diambil yang sungguh tidak mudah,” kata Sri Mulyani.

Bambang Subianto Meninggal Dunia

Sebelumnya Menteri Keuangan Kabinet Reformasi Pembangunan Bambang Subianto meninggal dunia di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/11), pada usia 77 tahun.

Bambang Subianto yang lahir pada 10 Januari 1945, merupakan peraih gelar Master Keuangan Perusahaan dan Bisnis Ekonomi Universitas Katolik Leuven, Belgia, pada 1981 dan mendapatkan gelar PhD Organisasi Industri pada 1984.

Pada 1988 Bambang menjadi staf Menteri Keuangan sebagai Direktur Departemen Keuangan dan Akuntansi. Tahun 1992, ia naik jabatan menjadi Direktur Jenderal di Departemen Keuangan.

Ketika menjabat sebagai Dirjen, Bambang aktif dalam mengembangkan berbagai hukum dan peraturan, termasuk hukum pasar modal pada 1995 serta hukum pengembalian selain pajak pada 1997.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Pada pertengahan krisis moneter pada Januari 1998, Bambang diangkat menjadi Ketua Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) yang menjadi cikal bakal BPPN. Kemudian pada Mei 1998, Bambang menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 1998-1999.

Setelah tidak lagi berkarir di pemerintahan, Bambang bergabung dengan Ernst and Young sebagai partner pada Juli 2000 dan pensiun pada 2005. Setelah pensiun, ia menjabat sebagai presiden komisaris PT Star Energy Investments dan menjadi Komisaris independen pada PT Unilever Indonesia Tbk.