PLN Salurkan Stimulus Listrik Rp24,2 Triliun Selama Pandemi Covid-19

Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mencatat telah menyalurkan insentif listrik senilai Rp 24,23 miliar selama pandemi. Insentif ini AKAN disalurkan untuk memenuhi amanat pemerintah dalam memberikan kekuasaan kepada masyarakat.

Bentuk stimulus perlindungan sosial yang diberikan pemerintah selama pelaksanaan Pembatasan Darurat Kegiatan Masyarakat (PPKM),” kata Direktur Utama PLN Darmawan Kamisus Antara (2/6).

Berakhir bahwa pemerintah telah mendistribusikan Rs.13,15 miliar kepada 33,02 juta pelanggan untuk tahun 2020 sejak April. Untuk tahun 2021, alokasi anggaran insentif listrik sebesar Rp 11,08 miliar untuk 31,94 juta pelanggan.

Kemudian pemerintah dan PLN juga menawarkan insentif penggunaan listrik gratis dan diskon 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 450 volt ampere, usaha kecil 450 VA dan industri kecil listrik 450 VA. Anggaran listrik 900 VA bersubsidi juga mendapat dorongan.

Selain itu, PLN juga menawarkan pembebasan biaya pembebanan atau langganan dan pembebasan dari persyaratan rekening minimal 50 persen untuk pelanggan industri, bisnis dan sosial.

Upaya tersebut merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat. PLN terus meningkatkan kehandalan listrik bagi masyarakat,” kata Darmawan.

Kehadiran negara untuk mendukung daya beli masyarakat dirasakan oleh pelanggan listrik PLN di seluruh tanah air yang wilayahnya menerapkan PPKM darurat.

Darmawan menjelaskan, PLN merupakan perusahaan listrik milik negara yang tetap berkomitmen dan inovatif untuk mengemban misi besar mencerahkan dan menggerakkan negara. Dengan visi menjadi perusahaan listrik terkemuka di Asia Tenggara, PLN muncul sebagai pilihan pertama pelanggan untuk solusi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.