Sri Mulyani Dorong Pemanfaatan Fintech Tingkatkan Inklusi Keuangan UMKM

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan fintech dapat terus dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Asalkan UMKM didorong untuk mengakses keuangan agar cepat pulih dari dampak COVID-19, dimana banyak UMKM yang tutup usahanya.

Bagi UMKM, kita bisa meningkatkan inklusi keuangan dengan fintech, yang bisa membantu mereka menemukan lebih banyak peluang pembiayaan,” kata Sri Mulyani dalam webinar Transformasi Digital untuk Keuangan Inklusif” Rabu oleh Antara, Rabu (5/11).

Fintech juga dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan UMKM saat masih kesulitan mendapatkan pinjaman bank. Saat ini baru 18 persen pinjaman bank kepada UMKM di Indonesia yang disalurkan, di bawah rata-rata 30 hingga 80 persen untuk pinjaman bank kepada UMKM di negara tetangga.

Sererserzit tentang implementasi strategi peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan, yang sangat penting, tidak hanya untuk memberdayakan mereka, tetapi juga memiliki multiplier effect berupa zen pelatihan kreatif

Di Indonesia, UMKM menyediakan hingga 97 persen dari total lapangan kerja dan lebih dari 60 persen dari total produk domestik bruto (PDB) dan investasi.

Selain mendorong UMKM untuk mencari pembiayaan dari fintech, Sri Mulyani mengatakan fintech juga perlu diatur, terutama terkait dengan perlindungan konsumen dan keamanan data.

Hal ini tidak mudah, terutama di wilayah metropolitan di mana layanan keuangan digital berkembang pesat. Dengan kepemilikan smartphone, banyak penyedia layanan keuangan digital menawarkan akses ke layanan keuangan, tetapi bagi banyak orang menjadi masalah karena minat mereka sangat tinggi, ”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.